4 Agustus 2009 kemarin menjadi momen berduka cita bagi keluarga dan seluruh fans Mbah Surip di tanah air. Pasalnya, seniman unik, lucu dan nyentrik ini telah menghembuskan nafasnya yang terakhir untuk meninggalkan kita semua selama-lamanya pada pukul 10.30 WIB. Beliau sempat dilarikan ke rumah sakit Pusdikkes, Jakarta Timur dengan mulut berbusa. Belum diketahui dengan pasti penyebab meninggalnya pria bernama asli Urip Ariyanto ini. Dugaan sementara, akibat dari kelelahan, pola makan tidak teratur dan gagal jantung.Pelantun tembang “Tak Gendong” yang sudah terngiang-ngiang liriknya di setiap otak penggemarnya ini telah memberikan banyak jasa bagi industri musik reggae di Indonesia. Meskipun karirnya baru terdengar tahun ini dan terasa begitu singkat, tetapi perjalanan yang Mbah Surip jalani tidaklah instan dan penuh dengan tantangan. Siapa yang menyangka kalau pada awalnya, penyanyi kelahiran Mojokerto, 5 Mei 1949 ini hanyalah seorang seniman jalanan yang tidak dikenal orang. Beliau pernah bekerja di sebuah perusahaan pengeboran minyak luar negeri. Merasa nasibnya kurang mujur, ia pun menjejakkan kakinya ke Jakarta dan bergabung dengan komunitas seni, seperti Teguh Karya, Aquila, Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki. Kesempatan rekaman pun berada dalam genggaman tangannya dan bisa terkenal hingga detik ini.
Tak sia-sia pula lirik lagu “Tak Gendong” yang Mbah Surip ciptakan sejak tahun 1980-an itu. Kata-kata yang terdapat di dalamnya memang sangat sederhana dan lucu. Karena itulah semua orang mudah mengingatnya sambil terpingkal-pingkal dari segala kalangan usia. Penampilannya yang low profile serta unik itu, dengan rambut panjang dan gimbal ala Bob Marley, ditambah baju, topi dan celana berwarna bendera Jamaika membuat semua orang menyukai gaya unik, lucu dan nyentriknya itu. Bagi pria yang mempunyai ciri khas tertawa yang lain daripada yang lain ini, semua orang bebas berekspresi sesuai kreativitasnya masing-masing.
Hampir di setiap acara live atau off-air show, Mbah Surip selalu menjadi bintang tamunya. Sosoknya yang ceria memang mampu menghibur kita semua dengan musik reggaenya. Padahal, pada awalnya ia sama sekali tidak tahu kalau jenis musik yang selama ini ia lantunkan bergenre reggae. Semuanya mengalir begitu saja. Menurutnya, itu yang disebut dengan belajar salah. Kalau belajar benar, itu sudah biasa. Ia juga tak menyangka dari belajar salah itu kesuksesan besar malah menghampirinya. Dari pemasangan RBT yang dilakukan oleh berjuta-juta pelanggan provider saja, Mbah Surip telah mengantongi uang miliyaran rupiah.
Sayangnya, Mbah Surip telah menutup mata sebelum bulan Ramadhan tiba. Padahal, keinginan untuk membuat album Ramadhan dan mengandeng Manohara sebagai rekan duetnya belum tercapai. Kematiaannya sebagai duda selama 26 tahun, dengan meninggalkan 4 anak dan 4 cucu itu telah meninggalkan kenangan manis di hati kita semua. Berkat beliau, musik reggae bisa membawa cinta damai dan keceriaan di tengah kondisi bangsa Indonesia yang sedang dalam keadaan memprihatinkan.
Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak donk,
mantep donk
Daripada kamu naik pesawat kedinginan
Mendingan tak gendong to
Enak to,
mantep to
Kelucuan lagu itu akan terus terngiang-ngiang dalam benak kami semua. Terima kasih Mbah Surip telah membawa cinta damai dan keceriaan lewat musik reggae. Selamat jalan. We love you full.
http://djwirya.com/news/index2.php?q=real4&id=485&artis=Mbah%20Surip

Tidak ada komentar:
Posting Komentar