Di zaman serba internet ini, informasi begitu cepat tersebar. Begitu bangun pagi, salah satu hal yang diingat adalah mengecek email, situs pertemanan seperti Facebook, Twitter dan lain-lain. Sempat membuat tidak percaya foto Michael Jackson itu terpampang hampir di setiap halaman utama website dan setiap status kebanyakan membicarakan tentangnya. Ya, sang legenda itu telah meninggalkan kita semua untuk selamanya pada 26 Juni 2009 kemarin, pukul 00.30. Jacko (biasa ia dipanggil) ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya, Los Angeles. Diperkirakan karena serangan jantung yang dideritanya. Semua orang bersedih karena kepergian pria kelahiran Gary, Indiana, Amerika Serikat, 29 Agustus 1958 ini. The King of Pop ini telah banyak mengukir setiap karya musik dalam setiap hati orang yang mengenalnya. Meskipun banyak berita kontroversial yang selalu diberitakan, mulai dari ketagihannya melakukan operasi plastik, penyakit kulit akibat suntik putih, hingga pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Namun, hal itu tidak membuat langkahnya terhenti dalam berprestasi dan namanya terus meroket hingga melegenda. Jacko dibesarkan di bawah naungan ayahnya yang begitu otoriter, kasar dan suka menyiksanya. Masa kecilnya hampir tidak ada seperti anak-anak pada umumnya yang menghabiskan waktu mereka untuk bermain. Kesepian selalu mengisi masa kecilnya, namun ia besar di lingkungan orang terkenal dan berdampak. Mungkin itu salah satu faktor yang membuat anak ketujuh dari sembilan bersaudara ini mampu merilis karirnya sejak belia. Sejak tahun 1964, ia telah bergabung dengan grup pop bersama kelima saudara laki-lakinya. Dan terkenal dengan sebutan Jackson Five. Tahun 1982, Jacko merilis album pop terbaiknya “Thriller”, yang mengubah peraturan mengenai pemasaran musik pop. Dan ini bukan hanya karena video klip yang menjadi perintis pemasaran musik di kemudian hari. Menurut Guinness Book of World, album ini paling laku sepanjang sejarah sebanyak 65 juta kopi. Tahun 1991, di saat musik hip-hop mulai meraja lela, Jacko memperkerjakan Tedd Riley untuk memoles album barunya, “Dangerous”. Penggemar dan kritikus musik tidak menyukai musik yang lebih kasar dan aransemen yang ringan, namun sejumlah lagunya seperti “Black and White”, “Remember The Tima” dan “In The Closet” menjadi hits. Tahun 2001, album Jacko berikutnya, “Invicible”, dibuat dalam waktu enam tahun, namun dalam waktu kurang enam minggu hilang dari tangga lagu. Hanya satu single, “Rock My World”, yang dirilis penuh secara global. Jacko mengatakan kurangnya promosi karena sebelumnya tidak mau memperbaharui kontrak dengan Sony. Bulan Maret 2009, dalam satu konferensi pers dramatis Jacko mengumumkan 50 konser kembali dan perpisahan di London. Dia mengatakan dalam jumpa pers itu, "Inilah saatnya. Saya ingin mengatakan ini akan menjadi penampilan saya terakhir di London.". Kunjungannya ke Inggris dilakukan setelah tercapai "kesepakatan perdamaian" di Pengadilan Tinggo London bulan November 2008, dengan putera raja Bahrain yang menuntutnya membayar ganti rugi £4,7 juta karena mengingkari kontrak. Tiket konser sebanyak 750.000 habis terjual dalam beberapa hari, namun bulan Mei promotor konser mengatakan beberapa pertunjukan awal akan ditunda agar Jacko memiliki waktu lebih banyak untuk berlatih. Sayangnya, ia tidak akan bisa beraksi di konser itu untuk selama-lamanya. Seorang legenda yang telah menghabiskan hidupnya sebanyak setengah abad tentunya telah banyak prestasi yang terukir. Satu halaman berita tidak akan cukup untuk membahasnya, meskipun hanya seorang Jacko. Bahkan, satu buku yang tebal pun dirasakan tidak akan ada habisnya. Hanya di hati kita masing-masinglah setiap kenangan yang berbeda mengenai hidupnya bisa terukir abadi. Lagu-lagunya akan tetap terkenang dan menginspirasi seluruh dunia, hingga melahirkan Jacko berikutnya. Selamat jalan Michael Jackson! Senin, 29 Juni 2009
RIP Michael Jackson: Hidupnya Akan Selalu Melegenda di Hati Kita Semua
Di zaman serba internet ini, informasi begitu cepat tersebar. Begitu bangun pagi, salah satu hal yang diingat adalah mengecek email, situs pertemanan seperti Facebook, Twitter dan lain-lain. Sempat membuat tidak percaya foto Michael Jackson itu terpampang hampir di setiap halaman utama website dan setiap status kebanyakan membicarakan tentangnya. Ya, sang legenda itu telah meninggalkan kita semua untuk selamanya pada 26 Juni 2009 kemarin, pukul 00.30. Jacko (biasa ia dipanggil) ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya, Los Angeles. Diperkirakan karena serangan jantung yang dideritanya. Semua orang bersedih karena kepergian pria kelahiran Gary, Indiana, Amerika Serikat, 29 Agustus 1958 ini. The King of Pop ini telah banyak mengukir setiap karya musik dalam setiap hati orang yang mengenalnya. Meskipun banyak berita kontroversial yang selalu diberitakan, mulai dari ketagihannya melakukan operasi plastik, penyakit kulit akibat suntik putih, hingga pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Namun, hal itu tidak membuat langkahnya terhenti dalam berprestasi dan namanya terus meroket hingga melegenda. Jacko dibesarkan di bawah naungan ayahnya yang begitu otoriter, kasar dan suka menyiksanya. Masa kecilnya hampir tidak ada seperti anak-anak pada umumnya yang menghabiskan waktu mereka untuk bermain. Kesepian selalu mengisi masa kecilnya, namun ia besar di lingkungan orang terkenal dan berdampak. Mungkin itu salah satu faktor yang membuat anak ketujuh dari sembilan bersaudara ini mampu merilis karirnya sejak belia. Sejak tahun 1964, ia telah bergabung dengan grup pop bersama kelima saudara laki-lakinya. Dan terkenal dengan sebutan Jackson Five. Tahun 1982, Jacko merilis album pop terbaiknya “Thriller”, yang mengubah peraturan mengenai pemasaran musik pop. Dan ini bukan hanya karena video klip yang menjadi perintis pemasaran musik di kemudian hari. Menurut Guinness Book of World, album ini paling laku sepanjang sejarah sebanyak 65 juta kopi. Tahun 1991, di saat musik hip-hop mulai meraja lela, Jacko memperkerjakan Tedd Riley untuk memoles album barunya, “Dangerous”. Penggemar dan kritikus musik tidak menyukai musik yang lebih kasar dan aransemen yang ringan, namun sejumlah lagunya seperti “Black and White”, “Remember The Tima” dan “In The Closet” menjadi hits. Tahun 2001, album Jacko berikutnya, “Invicible”, dibuat dalam waktu enam tahun, namun dalam waktu kurang enam minggu hilang dari tangga lagu. Hanya satu single, “Rock My World”, yang dirilis penuh secara global. Jacko mengatakan kurangnya promosi karena sebelumnya tidak mau memperbaharui kontrak dengan Sony. Bulan Maret 2009, dalam satu konferensi pers dramatis Jacko mengumumkan 50 konser kembali dan perpisahan di London. Dia mengatakan dalam jumpa pers itu, "Inilah saatnya. Saya ingin mengatakan ini akan menjadi penampilan saya terakhir di London.". Kunjungannya ke Inggris dilakukan setelah tercapai "kesepakatan perdamaian" di Pengadilan Tinggo London bulan November 2008, dengan putera raja Bahrain yang menuntutnya membayar ganti rugi £4,7 juta karena mengingkari kontrak. Tiket konser sebanyak 750.000 habis terjual dalam beberapa hari, namun bulan Mei promotor konser mengatakan beberapa pertunjukan awal akan ditunda agar Jacko memiliki waktu lebih banyak untuk berlatih. Sayangnya, ia tidak akan bisa beraksi di konser itu untuk selama-lamanya. Seorang legenda yang telah menghabiskan hidupnya sebanyak setengah abad tentunya telah banyak prestasi yang terukir. Satu halaman berita tidak akan cukup untuk membahasnya, meskipun hanya seorang Jacko. Bahkan, satu buku yang tebal pun dirasakan tidak akan ada habisnya. Hanya di hati kita masing-masinglah setiap kenangan yang berbeda mengenai hidupnya bisa terukir abadi. Lagu-lagunya akan tetap terkenang dan menginspirasi seluruh dunia, hingga melahirkan Jacko berikutnya. Selamat jalan Michael Jackson! Jumat, 26 Juni 2009
Review Album Black Eyed Peas: “The E.N.D”
Jangan salah mengartikan kata ‘The E.N.D” di atas dengan asumsi pribadi karena bukan berarti ini adalah album terakhirnya Black Eyed Peas. “The E.N.D” merupakan akronim dari Energy Never Dies. Lagu-lagunya berirama hip-hop dan sangat asyik untuk dijadikan teman nge-dance dan menghidupkan pesta. Black Eyed Peas benar-benar tidak pernah kehabisan energi dalam musiknya.William, Fergie, Taboo dan Apl De Ap tadinya sempat sibuk dengan urusan masing-masing. Di album ini, keempatnya berkolaborasi kembali untuk memberi warna yang baru. Album ini bisa dikatakan more Fergie karena kita akan lebih banyak mendengar suaranya.
Single andalan sekaligus track pertama dalam album ini “Boom Boom Pow” telah menjadi lagu nomor 1 di Amerika selama beberapa minggu. Gotta get that
Gotta get that
Gotta get that
Gotta get that that that
Boom boom boom (gotta get that) (x4)
Boom boom boom
Boom boom boom
Boom boom boom
Boom boom boom
Penasaran sama suara Fergie kalau dibuat mirip Chipmunk? Kamu bisa denger di track kedua “Rock That Body”.
I wanna rock right now
I want I wanna rock right now
I want I wanna rock right now
Now, now, rock right now
I want I wanna rock right now
I want I wanna rock right now
I want I wanna rock right nooowww
Black Eyed Peas tetap konsisten dalam bermusik dengan tetap mentikberatkan pada genre hip-hop dan R&B. Namun, bukan berarti tidak ada perbedaan dalam setiap album. Justru di setiap albumnya terdapat warna yang berbeda dan unik.
Track list “The E.N.D”:1. Boom Boom Pow
2. Rock That Body
3. Meet The Halfway
4. Imma Be
5. I Gotta Feeling
6. Alive
7. Missing You
8. Ring-A-Ling
9. Party All The Time
10. Out Of My Head
11. Electric City
12. Showndown
13. Now Generation
14. One Tribe
15. Rockin To The Beat
Bonus track:
16. Mare
http://www.djwirya.com/news/index2.php?q=real4&id=456&artis=Black%20Eyed%20Peas
Review Album Maliq & D’Essentials: “Mata Hati Telinga”
Bosan juga kalau liat cover album yang biasa-biasa saja. Maliq & D’Essentials muncul dengan packaging yang berbeda. Di bagian depan terdapat gambar mata yang tampak seperti bertumpuk-tumpuk dari kecil ke besar. Belakangnya juga demikian cuma gambarnya telinga. Lho, hatinya di mana? Ternyata setelah dibuka kemasannya, jadi menyerupai kerangka kubus. CD-nya pun disangkutkan di tengah-tengah kerangka. Oh, ternyata gambar hatinya ada di kepingan CD! Lagu-lagu di dalamnya jelas tidak kalah menarik dengan sampulnya yang kreatif.Pernah menikmati secangkir kopi, cokelat, caramel, atau cappuccino hangat di kafe bersama teman, kolega, rekan bisnis atau pun sendirian? Akan lebih mantap jika ada soul music yang mengiringi. Dan album “Mata Hati Telinga” ini mampu memberikan sentuhan itu dalam bentuk pop. Maklum para personilnya yang beranggotakan Angga Puradireja (vocal), Indah Wisnuwardhana (vocal), Widi Puradireja (drums, moog), Javafinger (bass), Ifa Fachir (keys), Amar Ibrahim (trumpet), Arya “Lale” Aditya (guitar) ini memulai karir mereka lewat manggung di kafe dan lounge. Pada lagu pembuka kita diajak untuk mendengar “Aura” sambil menikmati secangkir kopi hitam pekat manis yang hangat di malam hari.
(Papapa… Parararappapa…) 4x
Terlihat dari matamu,
begitu kau inginkanku
Terlihat dari gerak-gerikmu,
katakan semua maksudmu
Mau mendengar bunyi ramuan terompet dalam album ini? Dengar saja “Luluh” di lagu kedua sambil menikmati cappuccino yang bisa membuat luluh lidah. Di lagu ketiga ada “ Kita Jatuh Cinta” buat kamu yang berjiwa muda dan dinamis. Apalagi buat yang lagi jatuh cinta boleh banget sambil menikmati secangkir cokelat. Pastinya mata, hati dan telinga kita tidak asing lagi dengan “Pilihanku”. Lagu ini memang udah lengket banget di benak kita semua bak caramel yang suka lengket di gigi ketika dicicipi.
Berjuta rasa-rasa yang tak mampu
diungkapkan kata-kata…
Dengan beribu cara-cara,
kau selalu membuat ‘ku bahagia…
Di track kelima ada “Coba Katakan” yang terdapat sentuhan jazz dicampur dengan R&B dan pop. Kalau buat yang lagi putus cinta dan patah hati cocok banget sama lagu “Mata Hati Telinga” di penghujung track. Meskipun rasanya seperti kopi hitam yang pahit tanpa gula, putus cinta bukanlah akhir segalanya. Lagu ini benar-benar mampu menyentuh jiwa agar tetap tenang karena masih ada yang lebih penting daripada sekedar kata cinta. Makanya, buat kamu-kamu ayo buka hati, mata dan telinga dengan album ini biar kamu lebih memahami apa itu cinta.
Maliq & D’Essential pintar dalam membaca apa yang diinginkan setiap penikmat musik. Mereka selalu menghadirkan nuansa berbeda dalam setiap albumnya. Track list “Mata Hati Telinga”:
1. Aura
2. Luluh
3. Kita Jatuh Cinta
4. Pilihanku
5. Coba Katakan
6. Mata Hati Telinga
Kamis, 25 Juni 2009
Anggun: Diva Dunia yang Tidak Melupakan 'Kulit' Aslinya
Ain’t no body as I am crazy for you
Halo para Anggunesians (sebutan untuk para fans Anggun di Indonesia)! Kenal dong sama sepotong reff dari lirik lagu di atas? Anggun, wanita kelahiran 29 April 1974 ini memang menjadikan hidupnya “Phenomenally Crazy” sama seperti gambaran lagu “Crazy” (Jadi Milikmu) miliknya. “Crazy” dalam arti ketiadaan keraguan dalam mendobrak rintangan konvensional, berani memetakan wilayah musiknya sendiri. Sangat sedikit penyanyi yang berani melakukannya.
Bayangkan! Pada usia 7 tahun Anggun telah merekam album lagu anak-anak pertamanya. Sejak itulah gaya kehidupannya yang individualis dalam karir musik dijalaninya. Tahun 1992, ketika sedang mengadakan kunjungan ke Kalimantan, ia bertemu dengan Michael De Gea, pria berkebangsaan Perancis. Mereka pun menikah beberapa bulan kemudian. Anggun pun mengganti kewarganegaraannya menjadi Perancis. Dan bertekad untuk mewujudkan impian menjadi seorang penyanyi yang go international, meskipun jalannya tidak selalu mulus.
Banyak pro dan kontra yang datang silih berganti karena penggantian status kewarganegaraan itu. Ada berbagai kabar burung yang mencap Anggun sebagai pengkhianat bangsa, tidak mencintai tanah air dan lebih menyenangi budaya barat ketimbang budaya bangsanya sendiri, budaya timur. Namun, hal itu tidak membuat semangatnya lemah dalam mengejar prestasi.
Press conference dalam rangka Rundown Anggun Show 2009, pada 24 Juni 2009 menjadi detik di mana Anggun menunjukkan keeksistensiannya di Indonesia. Ia nampak begitu anggun dan percaya diri ketika menuruni tangga kafe Bondies dengan menggunakan terusan biru tua yang dipadupadankan dengan blazer warna senada. Semua mata jelas tertuju pada Diva dunia bertubuh tinggi langsing itu. Bagaimana tidak? Menurut Survey American Online (AOL) Musique, 13 Maret 2009, ia masuk sebagai Diva peringkat keempat. Pada urutan pertama terdapat Kylie Minoque, kedua Vanessa Paradis, ketiga Rihanna. Dan ia mengalahkan Beyonce yang menempati urutan kelima. Menyingkapi hal itu, Anggun hanya bisa tersenyum dengan rendah hati, “Kalau menurut saya, saya tidak bisa mengatakan kalau saya di atas Beyonce dan lebih baik darinya. Itu hanyalah sebuah penilaian yang subyektif.” akunya.
DYTAMA dan AM Public Relations menjadi promotor, dengan LA Lights sebagai sponsor akan menggelar konser Anggun di Indonesia. Pre-event yang ditandai dengan bab 1 akan berlangsung pada tanggal 1 Agustus 2009 di Yogya Expo Yogjakarta, DI Yogyakarta sebagai tempat pemberhentian pertama, di mana Yogyakarta adalah tempat kelahirannya. Diikuti oleh Sand Island Hard Rock Hotel di Denpasar Bali pada tanggal 8 Agustus 2009, kemudian Gramedia Expo Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 13 Agustus 2009, yang akan menutup bab 1 dari roadshow. Bab 2 berlangsung pada tanggal 17 November 2009 di Sabuga Bandung, Jawa Barat dan Medan, Sumatera Utara pada tanggal 20 November 2009.
Konser memang sengaja diadakan di luar Jakarta. Hal ini untuk membuktikan bahwa bukan hanya Jakarta yang konon sebagai pusat metropolitan yang selalu diistimewakan. Kota-kota lain pun perlu diberi appreciate lebih dalam hal antusiasme menyambut konser Anggun. Sudah bisa ditebak akan banyak orang yang sengaja hadir pada salah satu kota tersebut karena mereka sangat mengagumi Diva dunia ini. Wow, Anggun bisa lebih lagi mengappreciate mereka!Pada saat itu pula Bunga Citra Lestari (BCL) hadir menemani Anggun di press conference. Karena dalam konser di 5 kota tersebut, Anggun memang berkolaborasi dengan para musisi lokal, yaitu Glenn Fredly di Yogyakarta, Rossa di Bali, Pinkan Mambo di Surabaya, BCL di Bandung dan Ello di Medan. Seharusnya Ello juga hadir di acara press conference, namun karena alasan kesehatan, ia tidak dapat hadir. Anggun tidak segan-segan memuji BCL yang tampak cantik dengan rambut barunya yang panjang dan berponi itu. “Siapa yang tidak senang jika bisa berkolaborasi dengan BCL yang punya suara bagus, akting jago, pokoknya benar-benar serba bisa. Cantik pula!” puji Anggun. Kolaborasinya dengan kelima musisi lokal (sudah didiskusikan terlebih dahulu dengan promotor) itu bukan hanya karena kualitas dan ketenaran yang dimiliki oleh mereka, melainkan karena Anggun ingin menunjukkan kebanggaannya pada musik Indonesia termasuk para musisinya. Ini membuktikan kalau ia tidak pernah lupa dengan ‘kulit’ asalnya, yaitu Indonesia. Bukan sekedar bicara tentang kulit eksotik yang dimilikinya sebagai ciri khas wanita Indonesia, tapi lebih berbicara bak kacang yang tidak lupa dengan kulitnya.
Aktivitas pre-event pada bab 1 diharapkan dapat mendorong penjualan album “Elevation”, bersamaan dengan single pertamanya “Crazy” (Jadi Milikmu). Melalui album ini pula Anggun ditampilkan untuk berhubungan kembali dengan penggemar setianya, Anggunesians. Memang sudah diketahui sebelumnya kalau Anggun memang tidak pernah meninggalkan Indonesia dalam urusan karir bermusiknya. Namun, tetap saja ada pikiran miring yang disampaikan press. Mereka menganggap Anggun mengadakan konser di Indonesia karena sudah tidak laku lagi di luar negeri, apalagi konser ditujukan untuk mendorong penjualan album. Anggun pun hanya bisa bergurau menganggap itu adalah pendapat yang kejam. “Saya sudah punya anak dan besar di Prancis. Saya ingin menunjukkan kalau sesungguhnya karena Indonesia-lah setengah dari hidupnya berasal. Saya pun tidak bisa memungkiri kalau saya berasal dari Indonesia dan lahir di Indonesia.”.
Kewarganegaraan boleh berganti, tempat tinggal boleh berjauhan, gaya hidup boleh berubah, namun batin seorang Anggun tidak dapat membohongi dirinya sendiri kalau ‘kulit’ aslinya berasal dari Indonesia. Very appreciate it like she appreciates Anggunesians!
Review Album Gruvi: GRUVI
Apa jadinya kalau cowok-cowok yang masih punya jiwa muda bikin album? Udah pasti lagu-lagu yang dihasilkan energik banget meskipun masih dalam kategori pop. Itulah Gruvi yang didalangi oleh Bibus (vocal & rhtym guitar), Ari (vocal & lead guitar), Yudhis (hammond & rhodes), Derry (drum), Tendra (bass). Permainan musik mereka sesuai dengan nuansa kehidupan cowok-cowok ABG, usia sekolah dan kuliah. Di mana rasa ingin coba-coba buat pacaran, jatuh cinta, jadi playboy, putus-nyambung, sampai patah hati semuanya ada di sini. Jatuh cinta pasti, tapi kalau buat serius jangan harap! Liat nanti deh! Mungkin itu gambaran anak cowok yang belum jadi pria di zaman sekarang.Baru hari ini kita bertemu
Ku langsung jatuh hati kepadamu
Ku suka kamu…
Temanku bisikan siapa namamu
Ternyata kau juga, ada rasa untukku
Kau suka aku…
Ingin kunikmati dirimu, walau hanya sesaat
Lagu tadi yang berjudul "One Nite Stand" dijadikan sebagai lagu pembuka. Lagu yang bersifat enegik dan ceria seperti jiwa seorang playboy. Namanya juga GRUVI emang groovy banget a.k.a manis banget. Lirik lagu bernuansa playboy yang diselipin setengah lirik dalam bahasa Inggris ini bikin setiap kuping cewek yang mendengar geregetan, tapi tetap aja bikin kita baik cewek maupun cowok betah-betah aja buat dengerin. Abis permainan gitar dan bassnya itu emang agak tengil, tapi enggak nyebelin.
Track selanjutnya ada "Masih Mencintaimu". Lagu ini emang lagi nge-groovy banget. Di radio atau pun stasiun TV mana pun pasti udah enggak asing lagi sama lagu ini. Liriknya gampang banget diinget dan udah mendarah daging di setiap benak anak bangsa. Kalu cuma baca teksnya, pasti kita ngira lagu ini sedih dan melankolis banget. Kata-kata emang dalem dan terlihat banget penyesalan kehilangan seseorang. Tapi, pas dinyanyiin ternyata enggak sedih-sedih banget dan mendayu-dayu. Namanya juga cowok bukan pria!
Salah kuputuskan cintamu
Kusesali itu…
Ku pergi meninggalkan dirimu
Kini kumerindukanmu
Ada kalanya cowok enggak cuma bisa cengengesan dan main-main. Pasti ada titik kelemahan di mana ia merasakan adanya cinta sejati meskipun belum tentu akurat kebenarannya. Jadi, mereka pasti bisa nangis sesengukan, patah hati berlebihan kayak cewek. Jadi enggak semua lagu GRUVI itu sama kayak kedua lagu di atas. Ada yang melankolis banget kayak "Jangan Pergi", "Selamat Tinggal", "Dicintai Untuk Disakiti". Bisa nangis bombay kalau punya pengalaman yang sama tuh!
Mau ngerasain bener-bener jadi anak cowok sebelum memasuki kehidupan pria dewasa? Album GRUVI pas banget buat kamu-kamu yang mau berpetualang mencari cinta sejati dengan jiwa konyol kamu yang terkadang emang sulit ditebak maunya apa. Buat cewek-cewek boleh banget dengerin kok. Selain buat hiburan di saat suntuk, bisa juga loh buat memahami isi otak cowok biar enggak gampang ketipu.
Track List Gruvi – GRUVI:
1. One Nite Stand
2. Masih Mencintaimu
3. Palsu
4. Jangan Pergi
5. Selamat Tinggal
6. Terlalu Sempurna
7. Sepenuh Hati
8. Bunga
9. Seperti Dulu
Bonus Track:
1. Dicintai Untuk Disakiti
2. Bila Tiba Suatu Waktu
Review Album "The Dance Company"
Kalau liat cover album perdananya ini, kita enggak bakal merasa asing sama muka-muka yang terpampang. Keempat vokalis yang semuanya sudah menjadi bapak-bapak ini memang membentuk grup musik baru. Tapi, jangan mikir negatif dulu dong! Mereka enggak bubaran dari kesibukan lamanya di band atau karir solo mereka masing-masing. Atau karena tujuan uang di tengah derasnya persaingan industri musik yang selalu kedatangan pendatang baru? Gak juga ternyata! Toh, dalam proses rekaman, mereka enggak menerima bayaran uang sama sekali. Namun, dibayar dengan Blackberry dan royalti dari penjualan. Cuma buat senang-senang saja dan mendedikasikan diri bagi musik Indonesia.Kalau sehari-hari keempatnya adalah vokalis, di The Dance Company enggak mungkin semuanya jadi vokalis. RIYO a.k.a Ariyo Wahab yang memegang posisi heartthrob vocalist. Dalam album ini ketiganya unjuk gigi kalau mereka bukan cuma ahli jadi vokalis. BeBe a.k.a Baim (stunning guitarist), WEGA a.k.a Pongki Barata (bassist learns to rock) dan MBOT a.k.a Nugie (espresso drummer).
Single pertamanya “Papa Rock ‘n’ Roll" sempat diliris sebelum album ini dibuat dan mendapat sambutan hangat dari penikmat musik. Lagu ini benar-benar nge-rock banget untuk didengar. Judulnya emang ada kata ‘rock’nya, tapi soal lirik dan bunyi yang dikeluarkan dari gitar, bass dan drumnya enggak terlalu nge-rock. Mungkin karena jiwa kebapakan dan suami yang baik tercurah di sini. Liriknya juga gampang banget diingat.
Papa memang harus begini
Sering bikin sakit hati
Papa enggak pulang… baby
Papa enggak bawa uang baby
Beberapa lagu dari album ini ada lagu yang diramu dengan bahasa Inggris walaupun tidak mencakup keseluruhan liriknya. Seperti “Papa Rock ‘n’ Roll”, “Say What U Say!” dan “So Far Away”. Vokalisnya memang RIYO, tapi kalau yang lain mau nyanyi boleh juga dong. Di track keempat ada lagu “Modal Cinta”. Di mana keempat musisi ini menyumbangkan suara mereka yang indah secara bergantia. Lirik lagunya juga sederhana dan lucu ketimbang dua lagu sebelumnya “Coba Kau Bayangkan” dan “Say What U Say!” yang lebih serius. Di penghujung track tak kalah penting ada lagu “The Dance Company” yang bisa dijadikan teman bergoyang karena iramanya begitu enerjik. Bermula dari keisengan saja keempat vokalis ini sudah mampu mencetak prestasi. Enggak heran ya, namanya juga pentolan dari sebuah grup musik dan musisi Indonesia yang sudah lama mengecap dunia musik! Bak ilmu padi yang semakin berisi semakin merunduk. Dan The Dance Company mengecap ilmu padi tersebut.
Di tengah persaingan industri yang ketat dan munculnya grup musik yang bergenre pop melayu, The Dance Company enggak ikut-ikutan latah. Mereka mampu memberi gebrakan yang berbeda bagi musik Indonesia.
Track List “The Dance Company”:
1. Papa Rock ‘n’ Roll
2. Coba Kau Bayangkan
3. Say What U Say!
4. Modal Cinta
5. So Far Away
6. The Dance Company
Jai Ho: An Interpretation of the Original Song from Bollywood
Kalau teringat dengan film India, wah pasti langsung dejavu sama zaman dahulu kala. Kebanyakan seperti drama musikal yang menyelipkan lagu dalam setiap adegan. Sehingga, film terasa begitu panjang dan membosankan. Apalagi pakaian, koreografi dan backgroundnya terkesan kuno.Namun seiring perkembangan zaman, nuansa film dan musik India lebih mengalami kemajuan. Di mana muncul film "Kuch Kuch Ho Ta Hai" yang tampil dalam nuansa modern dan sempat laris manis.
Terbiasa dengan urusan musik R&B bukan berarti anti dengan embel-embel musik Bollywood. Kehadiran Pussycat Dolls mampu membuat musik India lebih eksis lagi. Buktinya di tahun ini mereka merilis kembali lagu "Jai Ho" milik A.R. Rahman dalam bahasa Inggris dengan menampilkan Nicole Scherzinger sebagai vokalis utama, di bawah label rekaman Interscope. Soal soundtrack film, Pussycat Dolls memang jagoannya karena "Jai Ho" yang berarti "You Are My Destiny" merupakan soundtrack utama dari film "Slumdog Millionaire".
Lagu ini sama sekali tidak meninggalkan aransemen ciri khas musik India. Begitu diputar pertama kali langsung terasa atmosfernya yang membuat kita hampir bergoyang. Namun dalam pengemasannya soundtrack ini menampilkan konsep koreografi yang lebih modern daripada film-film Bollywood pada umumnya.
Dalam versi remix yang ditulis oleh Nicole Scherzinger, A.R. Rahman, The Writing Camp, Rin Fair dan Esther Dean, sentuhan lagu "Jai Ho" lebih terasa hidup. Pussycat Dolls kurang suka menyebutnya sebagai remix, tetapi lebih kepada an interpretation of original song. Lagu yang direkam pada tahun yang sama dan diproduseri oleh A.R. Rahman dan Ron Fair ini bukan hanya memukau telinga yang mendengar, tetapi juga setiap mata yang melihat. Videonya hot dengan dance sequence yang diambil dari filmnya. Awalnya, debut di Billboard Hot 100, posisi lagu ini mengenaskan karena berada di posisi 100 juga. Lalu naik ke nomor 15 di minggu berikutnya karena download meningkat sebanyak 500%!
I got (I got) shivers (shivers),When you touch ????,
I’ll make you hot,
Get what you got,
I’ll make you wanna say (Jai Ho)
I got (I got) fever (fever),
Running like a fire,
For you I will go all the way,
I wanna take you higher (Jai Ho)
Kalau selama ini nonton film India tidak pernah sampai tuntas karena kepanjangan, untuk yang satu ini tidak akan mungkin dilewatkan reffnya, bahkan di akhir liriknya.
Cokelat: 13 Tahun Manis dan Hangatnya Melanda Industri Musik Indonesia
Melalui kefleksibelannya, cokelat bisa dikonsumsi dengan cara dimakan atau diminum. Hampir semua orang dari berbagai kalangan menyukainya. Dan grup musik fenomenal ini membuktikan bahwa karyanya memang pantas dan layak dinikmati oleh berbagai kalangan. Tidak terasa sudah 13 tahun manis dan hangatnya Cokelat melanda industri musik di Indonesia sejak 25 Juni 1996.Jadul? Enggak tuh karena Cokelat tetap menunjukkan eksistensinya dalam berkarya. Karyanya masih diterima dengan baik meskipun banyak grup musik pendatang baru yang bermunculan, tapi nama Cokelat tetap saja mendarah daging di benak kita. Lirik lagunya tetap manis dan hangat dinikmati hingga detik ini.
Perjalanan yang dilalui Cokelat tidaklah instan! Kalau pun sudah bisa menghasilkan 8 album dengan sukses ini semua karena kerjasama yang kompak dari kelima personilnya yang memiliki loyalitas tinggi. Personil Cokelat antara lain Namara Surtikanti atau Kikan (vokal), Ervin Syam Ilyas (drum), Ernest Fardiyan Sjarif (gitar), Ronny (bass), Edwin Marshal Syarif (gitar). Album yang telah diluncurkan selama ini:
1. 2000 - Untuk Bintang
2. 2001 - Rasa Baru
3. 2002 - Rasa Baru Special Edition
4. 2003 - Segitiga
5. 2004 - Dari Hati
6. 2006 - The Best of - Tak Pernah Padam
7. 2006 - Untukmu Indonesiaku
8. 2008 - Panca Indera
Usia 13 tahun bukanlah usia muda bagi sebuah grup musik. Sudah pasti banyak hal yang bisa diulas di sini. Tidak akan membosankan jika membahas detil demi detil mengenai Cokelat karena kita begitu mencintainya. Terlalu banyak hal menarik di dalamnya, bisa jadi kita tidak akan tidur semalaman!
Di tengah persaingan ketat industri musik, dalam hal kreativitas Cokelat tidak mau ketinggalan. Cokelat pernah berkolaborasi dengan musisi mancanegara! Cokelat menggandeng vokalis grup Frente, Angie Hart dalam lagunya yang berjudul "The Hardest Part" dalam albumnya yang bertajuk "Panca Indera". Lagu ini merupakan ciptaan dari Edwin. Lagu ini terbilang unik, karena menggabungkan serangkaian musik etnik seperti gendang, rebab Sunda, dan alat musik suku aborigin dizyreddo.
Yang membuat kita berbangga dengan Cokelat adalah kebanggaan mereka dicap sebagai grup musik nasionalis. Lihat saja begitu fenomenalnya lirik lagu "Bendera" yang didengungkan setiap tahunnya saat menyambut hari kemerdekaan! Personil yang terlibat di dalamnya pun mengakui kalau mereka anti golput pada pemilu 9 April 2009 silam, meskipun mendukung anggota legislatif dan partai yang berbeda. Pada program acara Pemilu Indonesia yang ditayangkan di TvOne pada 7 dan 8 April silam, Cokelat membawakan beberapa lagu, seperti "5 Menit untuk 5 Tahun", "Tanah Air", "Bendera", dan "Satu Nusa Satu Bangsa". Mereka satu panggung dengan Gigi, Soul Id, dan beberapa band lainnya.
Happy Birthday to our beloved band- Cokelat! We are so proud for your achievement, Guys! God bless you.
Shaggydog: Bukan Band Underdog Selama 12 Tahun Malang Melintang
Begitu mendengar nama Shaggydog pasti pikiran kira langsung tertuju pada judul film. Ya, grup musik indie ini memang sengaja mengambil nama itu dari judul film. Berdiri sejak 1 Juni 1997 di Sayidan, sebuah kampung pinggir sungai, tengah-tengah kota Yogyakarta. Ndeso ya? Kampung kelahiran boleh ndeso, tapi kualitas mereka bukan underdog loh! Buktinya, fans mereka kini berasal dari berbagai kalangan. Orang-orang jalanan, preman, anak punk, skinhead, anak reggae, dan bos-bos. Banyak juga yang berasal dari luar Indonesia. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, Shaggy Dog berarti anjing berbulu kusut. Mungkin memang ada hubungannya juga dengan grup musik yang beranggotakan Heru (vokal), Richard (gitar), Banditz (bass), Raymond (gitar), Lilik (keyboard) dan Yoyo (drum). Secara mereka menyebut musik yang mereka mainkan sebagai doggy style dan merupakan perpaduan antara beberapa unsur musik seperti ska, reggae, jazz, swing dan rock and roll. Beberapa lagu mereka, seperti "Hey Cantik", "Kembali Berdansa", "Jalan-Jalan" dan "Spesial Buat Kamu", mendapatkan perhatian yang cukup antusias dari masyarakat. Malang melintang di dunia musik, jalan yang dilalui Shaggydog tidak selalu mulus. Ada berbagai kerikil tajam yang terkadang selalu menemani mereka. Awalnya tidak santer terdengar karena mereka hanya manggung di Yogyakarta dan sekitarnya. Dan sempat vakum selama tiga tahun. Namun, kerja keras mereka tidaklah sia-sia, malahan membuahkan hasil yang manis. Dalam albumnya yang bertajuk Kembali Berdansa, ShaggyDog mulai terdengar gaungnya hingga ke negeri Belanda. Para Doggies (sebutan untuk fans) dari Belanda saja menyambut album mereka dengan sangat baik karena lirik dalam album tersebut mudah dipahami dan bersifat curahan hati. Happy birthday, ShaggyDog! U have proven that u’re not the underdog! Good job! God bless you.http://djwirya.com/news/index2.php?q=real4&id=439&artis=ShaggyDog
Jumat, 19 Juni 2009
Leona Lewis: Nafas Terpanjang 15 Detik Menuju HIts
Penyanyi kebangsaan Inggris kelahiran 3 April 1985, jebolan reality show Inggris The X Factor ini selalu muncul dengan pesona yang dimilikinya. Album Spirit yang ditangani oleh Simon Cowell, dibantu oleh Clive Davis menghasilkan single "Bleeding Love" yang menjadi #1 hits di puluhan negara, salah satunya Amerika Serikat.Proses "Bleeding Love" menjadi sebuah lagu yang indah dan laris manis di pasaran dimulai pada tahun 2007. Namun, hingga detik ini "Bleeding Love" masih eksis didengar di mana pun. Bisa dilihat dari perasaan dan hati yang dikeluarkan dengan sungguh-sungguh oleh gadis vegetarian ini melalui talentanya dalam meramu lagu ini. Terutama saat ia mengeluarkan nafas terpanjangnya selama 15 detik.
Begitu mendengar bait lirik pertamanya saja, sudah bisa ditebak kalau lagu ini sangat menggambarkan perasaan seseorang yang sedang patah hati atau terluka. Tidak heran jika kita sangat larut dalam perasaan ketika menikmatinya, terutama para wanita.
Closed off from love
I didn’t need the pain
Once or twice was enough
And it was all in vain
Time starts to pass
Before you know it you’re frozen
I didn’t need the pain
Once or twice was enough
And it was all in vain
Time starts to pass
Before you know it you’re frozen
Klimaks dari liriknya semakin mantap didengar saat nafas terpanjang selama 15 detik dikeluarkannya pada reff.
Keep bleedingKeep, keep bleeding love
I keep bleeding
I keep, keep bleeding love
Keep bleeding
Keep, keep bleeding love
You cut me open
So melancholic, isn’t it? Two thumbs for her! Maybe it’s true that she’ll be the next Mariah Carey.
Langganan:
Komentar (Atom)

